Jumat, 18 Desember 2009

Makalah Belajar Berbasis Aneka Sumber

BAB I
PENDAHULUAN

Setiap siswa haruslah dipahami bahwa pada masing-masing mereka terdapat keberagaman (homogen) baik dari segi geografis, latar belakang, sosial-ekonomi maupun dari segi kemampuan intelektual, gaya belajar, minat dan motivasi belajar. Oleh karena itu untuk mewujudkan masyarakat belajar (learning community) harus diciptakan kondisi sedemikian rupa yang memungkinkan para siswa memiliki pengalaman belajar melalui berbagai sumber, baik sumber yang dirancang (by design) maupun yang dimanfaatkan (by utilization) untuk keperluan pembelajaran.
Dalam reformasi pendidikan, paradigma pendidikan modern dengan adanya kemajuan dan perkembangan teknologi komunikasi dan informasi guru tidak lagi dianggap sebagai satu-satunya sumber belajar yang selama ini dianut dalam paradigma pendidikan tradisional artinya telah terdapat perubahan pembelajaran dari yang berpusat pada guru (teacher centered) dengan sumber belajar yang terbatas ke pembelajaran yang berpusat pada siswa (student centered) dengan sumber belajar yang sangat beraneka ragam.
Dalam era perkembangan informasi saat ini mendorong dimanfaatkannya berbagai sumber belajar secara luas karena dengan perkembangan ilmu dan teknologi, sumber belajar semakin lama semakin bertambah banyak jenisnya, sehingga memungkinkan siswa dapat belajar secara mandiri.
Sehubungan dengan adanya program peningkatan mutu pendidikan dalam wajib belajar (wajar) 12 tahun di Kalimantan Timur, siswa dapat belajar dari berbagai sumber lain, dari siapa saja, kepada siapa saja, kapan saja, dimana saja dan dengan cara bagaimana saja pengetahuan tersebut didapat. Karena di era perkembangan informasi saat ini, peserta didik setiap saat dihadapkan pada berbagai informasi dalam jumlah yang jauh lebih banyak dibandingkan pada masa-masa sebelumnya. Informasi tersebut disebarkan melalui berbagai media baik cetak maupun elektronik, dari yang berteknologi sederhana sampai yang sudah canggih seperti penggunaan CD-ROM, internet dan sebagainya.

BAB II
PEMBELAJARAN BERBASIS ANEKA SUMBER
(RESOURCE- BASED LEARNING)

A. DEFINISI
Resource-based learning is the instructional strategy where students construct meaning through interaction with a wide range of print, non-print and human resources.
Pembelajaran berbasis aneka sumber yang biasa disingkat BEBAS adalah suatu strategi pembelajaran dimana siswa membangun pemahamannya melalui interaksi dengan berbagai sumber belajar baik cetak, non-cetak maupun orang. Dengan bebas dapat mendorong siswa meningkatkan literasi informasi dan meningkatkan kemampuan berpikir kritis yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat dalam era informasi (global) saat ini. Pada BEBAS, pembelajaran lebih berpusat pada siswa yang memungkinkan siswa dapat menemukan dan membangun pengetahuannya sendiri dan guru lebih berperan sebagai fasilitator dan manajer pembelajaran.
The design of any teaching method - and of language teaching methods in particular - will include views on the role of teachers, of learners and of materials (Richards & Rodgers 1986).
Pembelajaran dengan berbasis aneka sumber adalah suatu pandangan yang memberikan keutamaan pada peran bahan (sumber) pembelajaran dan proses pembelajaran. Hal ini berkaitan dengan prinsip panduan dan pengorganisasian isi dari bahan pembelajaran, penggunaan bahan pembelajaran dan teknik mendesain bahan sehingga dapat digunakan sebagai media pembelajaran.
Sumber belajar menurut AECT (dalam Eveline Siregar), meliputi semua sumber yang dapat digunakan oleh pelajar baik secara terpisah maupun dalam bentuk gabungan biasanya dalam situasi informasi, untuk memberikan fasilitas belajar.
Sumber itu meliputi pesan, orang, bahan, peralatan, teknik dan tata tempat. Dapat dibedakan menjadi 2 jenis: a. sumber belajar yang direncanakan (by design), yaitu semua sumber yang secara khusus telah dikembangkan sebagai komponen sistem instruksional untuk memberikan fasilitas belajar yang terarah dan bersifat formal dan b. sumber belajar karena dimanfaatkan (by utilization), yaitu sumber-sumber yang tidak secara khusus didisain untuk keperluan pembelajaran namun dapat ditemukan, diaplikasikan dan digunakan untuk keperluan belajar.

B. LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN
Langkah-langkah yang harus dilakukan dalam pembelajaran berbasis aneka sumber adalah sebagai berikut:
1. Mengidentifikasi pertanyaan atau permasalahan
Salah satu langkah yang paling penting dalam resources-based laeaning adalah melibatkan siswa dalam mengembangkan pertanyaan penelitian. Sekali pertanyaan ini telah terbangun, mereka dibimbing untuk menentukan informasi apa saja yang dibutuhkan untuk menjawab pertanyaan tersebut.
2. Merencanakan cara mencari informasi
Siswa difasilitasi untuk mengidentifikasi sumber-sumber informasi yang potensial. Sumber informasi meliputi media cetak, non-cetak maupun orang.
3. Mengumpulkan informasi
Selama melakukan pengumpulan informasi, siswa dituntut untuk mampu mengidentifikasi (memilih dan memilah) informasi dan fakta apa saja yang penting dan relevan dengan pertanyaan penelitian dan mengkategorikan hasil temuannya tersebut.
4. Menggunakan informasi
Setelah informasi yang diperlukan telah terkumpul, siswa perlu mendapat bimbingan bahwa apa yang mereka lakukan tidaklah sekedar mendapatkan informasi tapi bagaimana menggunakan informasi tersebut dalam kata atau bahasa mereka sendiri dengan tidak lupa mencantmkan sumber informasi tersebut dari mana atau dari siapa.
5. Mensintesa informasi
Berbekal informasi yang telah diperoleh, siswa dibimbing untuk mengorganisasikan informasi tersebut kedalam susunan yang sistematis, logis dan memungkinkan untuk dipahami dengan cepat dan benar oleh orang lain termasuk juga siswa diminta untuk memilih cara menyajikan hasilnya pada orang lain dengan menggunakan cara tertulis, presentasi, visual, oral atau kombinasi dari kesemuanya.
6. Evaluasi
Setelah semua informasi disusun dengan baik kedalam berbagai format yang relevan. Jangan lupa untuk meembiasakan siswa membiasakan siswa melakukan evaluasi terhadap apa yang telah mereka lakukan. Pakah memang menurut mereka sudah baik atau belum. Hal ini penting agar siswa menyadari betul apa yang sedang dia lakukan. Dan inilah puncak dari proses resources-based learning sebenarnya. Evaluasi dan refleksi oleh mereka sendiri.

C. KELEBIHAN DAN KEKURANGAN
Dengan pembelajaran menggunakan berbagai aneka sumber dapat memberikan berbagai kelebihan, yaitu:
1. BEBAS mengakomodasi perbedaan individu baik dalam hal gaya belajar, kemampuan, kebutuhan, minat dan pengetahuan awal mereka. Dengan demikian, siswa dapat belajar sesuai dengan kecepatannya masing-masing. Sumber belajar dapat dipilih sesuai dengan kebutuhan masing-masing siswa.
2. BEBAS mendorong pengembangan kemampuan memecahkan masalah, mengambil keputusan dan keterampilan mengevaluasi. Jadi BEBAS memungkinkan siswa menjadi kreatif dan memiliki ide-ide orisinal.
3. Proses pembelajaran dengan metode BEBAS mendorong siswa untuk bisa bertanggung jawab terhadap belajarnya sendiri. Jadi dapat melatih kemandirian belajar sehingga pembelajaran dapat menjadi lebih bermakna, lebih tertanam dalam pada diriinya karena ia sendiri secara pribadi yang menemukan dan membangun pemahaman.
4. BEBAS menyediakan peluang kepada siswa untuk menjadi pengguna teknologi informasi dan komunikasi yang effektif. Ia akan mampu bagaimana menemukan dan memilih informasi yang tepat, menggunakan informasi tersebut, mengolah dan menciptakan pengetahuan baru berdasarkan informasi tersebut serta menyebarkan atau menyajikan kembali informasi tersebut kepada orang lain.
5. Dengan BEBAS siswa akan belajar bagaimana belajar (learning to learn). Sekali ia melek iinformasi, ia akan mengembangkan sikap positif dan keterampilan yang sangat berguna bagi dirinyadalam era informasi yang sedang dan akan dihadapinya kelak. Jadi pada akhirnya BEBAS dapat membekali keterampilan hidup bagi siswa.
Menurut Darrel (dalam Eveline Siregar), belajar berbasis aneka sumber dapat memberikan keuntungan bagi siswa sebagai berikut;
1. Memungkinkan untuk menemukan bakat terpendam pada diri seseorang yang selama ini tidak tampak. Tidak saja pada masa sekolah, tapi perkembangan terus berlanjut sepanjang hidup, memungkinkan perluasan wawasan dan harapan.
2. Dengan menggunakan sumber belajar, memungkinkan pembelajaran berlangsung terus menerus dan belajar menjadi mudah diserap dan lebih siap diterapkan. Keterampilan dan pengetahuan meningkat secara bersamaan.
3. Seseorang dapat belajar sesuai dengan kecepatannya, sesuai dengan waktuya sendiri dan tanpa rasa takut akan persaingan atau adanya orang lain (big brother) yang mengawasi.
BEBAS, selain memiliki sejumlah kelebihan tapi juga terdapat kekurangan, yaitu:
1. Menuntut kemampuan dan kreatifitas siswa dan guru.
2. Menuntut persiapan pembelajaran yang matang dari seorang guru.



BAB III
SIMPULAN

Pembelajaran berbasis aneka sumber merupakan suatu strategi pembelajaran dimana siswa membangun pengetahuannya sendiri melalui interaksi dengan berbagai sumber baik media cetak, bukan cetak dan lingkungan sekitar baik alam maupun orang.
Hal-hal yang harus dilakukan siswa dalam penggunaan BEBAS adalah siswa mengidentifikasi, mencari, mengumpulkan, menggunakan dan mensintesa informasi serta pada akhirnya tidak terlepas dari evaluasi dan refleksi oleh siswa sendiri dibawah bimbingan dan arahan guru.
Dengan BEBAS siswa dapat membangun pengetahuannya sendiri sehingga pembelajaran yang telah dilakukan akan lebih bermakna dan lebih tertanam pada diri siswa, dapat meningkatkan keterampilan berpikir, membuat siswa semangat dalam belajar maupun mencari informasi dari berbagai sumber sehubungan dengan pemanfaatan kemajuan ilmu teknologi komunikasi dan informasi pada saat sekarang ini.


DAFTAR PUSTAKA

Miarso, Yusufhadi. 2007. Menyemai Benih Teknologi Pendidikan. Jakarta: Kencana
http://www.teknologi pendidikan.net/bejar berbasis aneka sumber
http://www.teknologi pendidikan.net/tips melaksanakan resources-based learning
http://www.teknologi pendidikan.net/wp-content/uploads/2008/02/eveline berbasis aneka sumber.pdf

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar